Rabu, 04 Januari 2017

Tulisan 3 Softskill (Pengantar Bisnis Informatika)

Diposting oleh Unknown di 14.22
Pada tulisan kali ni saya akan memnceritakan sedikit tentang sikap saya dalam mengakui kesalahan pada diri sendiri. Menurut saya sikap mengakui kesalahan diri sendiri itu yaitu mengakui kesalahan yan telah kita perbuat. Contohnya ketika saya berbuat kesalahan dengan teman saya, mulai ddari kesalahan kecil contohnya saya sebelumnya telah membuat janji sama teman saya untuk pergi ke suatu tempat ternyata tiba tiba saya pergi bersama keluarga tanpa memberitahukan kepada teman saya bahwasanya saya tidak bisa hari itu, dan teman saya sudah lama menunggu saya di rumahnya , dan akhirnya saya tak kunjung datang sehingga membuat teman saya menjadi kesal. Dan akibat saya tidak memberitahukan kepada teman saya itu membuat teman saya marah sama saya, sehingga saya meminta maaf kepada teman saya tersebut dan mengakui semua kesalahan saya yang diperbuat kepada dia.
Contohnya lagi saya membuat kesalahan kepada orang tua saya yaitu nilai saya yang turun sehingga membuat orang tua saya kecewa, disitu saya membuktikan kembali kepada orang tua saya dengan cara belajar dengan sungguh sungguh dan akhirnya saya mencapai target dan mendapatkan nilai yang memuaskan kembali. Disana orang tua saya yang dulunya kecewa dengan hasil belajar saya hingga akhirnya dia sangat bangga terhadap saya soalnya saya telah mmbuktikan terhadap orang tua saya kalau hasil nilai belajar saya sudah naik kembali.
Banyak hak yang telah saya lakukan dalam menakui kesalahan diri sendiri contohnya kalau saya merasaada yang salah sama diri saya sendiri saya biasanya berdoa kepada tuhan dan kalau misalkan saya masih belum tau salah saya dimana biasanya saya menanyakan kepada orang tersebut untuk memberu tau apa saja kesalahan yang telah saya lakukan kepada dia. dan selanjutnya saya pasti akan langgsung meminta maat kepada teman saya tersebut, kalau kesalahan yan saya perbuat itu ga bisa dimaafkan sama teman saya, maka saya akan terus mencoba untuk terus meminta maaf kepada teman saya sampai dia memafkan saya .
Mengakui kesalahan yang dilakukan oleh diri sendiri tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang,  butuh keberanian besar dan rasa tanggung jawab. Oleh karena itu hanya orang bermental dewasa-lah yang mampu mengakui kesalahannya sendiri.
Anak-anak biasanya lebih senang melemparkan kesalahan pada orang lain dan menganggap diri sendiri hanyalah korban, atau menangis tatkala dikatakan bersalah, atau mencari 1001 alasan logis maupun tidak logis untuk membuktikan bahwa dirinya tak bersalah—padahal sebenarnya bersalah.
padahal kalau kita mau sadar... mengakui kesalahan bukanlah sebuah kehinaan, justru itu adalah lambang keberanian, “kejantanan”, bahkan simbol dari pertobatan, mana ada orang yang mengaku tobat tanpa terlebih dulu mengaku salah? Jika ia mau benar-benar bertobat, seharusnya diawali dengan perasaan bersalah dan menyesal, iya dong? Dengan kata lain, orang yang tidak berani mengaku kesalahan yang diperbuatnya sebenarnya sama sekali tidak bermaksud bertobat.
hanya manusia, memang sudah digariskan sebagai tempat lupa, khilaf, dan salah... maka kita butuh belajar untuk selalu berani mengakui manakala melakukan kesalahan, entah itu sengaja ataupun tidak sengaja. Karena pengakuan itu bisa menjadi bendera putih yang dikibarkan, yang berarti permintaan damai. Tidak ada seorang pun yang boleh “main hakim sendiri” terhadap orang-orang yang sudah mengaku bersalah. Apalagi sampai dibuat “babak belur”.
Demikian pula, Allah yang Maha Pengampun tidak akan mempermasalahkan dosa kita yang sebesar apapun, asalkan kita mengakui bahwa itu adalah kesalahan, dan kita menyesal atas kesalahan tersebut. Toh keagungan-Nya tidak tercoreng sedikitpun dengan adanya dosa seluruh makhluk, apalagi dosa kita seorang. Maka... janganlah berputus asa dari ampunan Allah, akuilah kesalahan jika memang kita bersalah, selalu bersihkan hati kita dengan taubat. Semoga “bendera putih” yang kita kibarkan ini dapat menyelamatkan kita dari hari penghakiman kelak, saat seluruh dosa dan kesalahan kita ditampakkan.


0 komentar:

Posting Komentar

 

welcome :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review