Rabu, 16 November 2016

Tugas 2 Softskill (Pengantar Bisnis Informatika)

Diposting oleh Unknown di 16.37 0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Perubahan kebutuhan pembeli, kekuatan sosial ekonomi, teknologi baru, kekuatan sosial ekonomi, dan kegiatan persaingan dapat menyebabkan perubahan pada Pasar. Perubahan-perubahan tersebut menyebabkan peluang dan ancaman baru bagi perusahaan untuk melayani pasar.

1.3     Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
  • Penulisan ini untuk mengetahui dasar penilaian situasi
  • Penulisan ini Untuk mengetahui metode analisis situasi pasar

1.4     Rumusan Masalah
          Makalah ini membahas tentang analisis situasi pasar




BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Pengertian Analisis Situasi Pasar
        Analisa situasi pasar persaingan adalah langkah pertama dalam merancang strategi baru atau mengkaji strategi yang sudah ada (Carvens, 2000). Analisa situasi ini dilakukan setelah strategi diimplikasikan untuk menentukan perubahan strategi yang diperlukan.

2.2     Penilaian Situasi Pasar
A. Analisa Pasar
Pasar hendaknya ditentukan agar konsumen dan pesaing dapat dianalisis secara tepat. Menurut Kotler (2000), syarat adanya pasar adalah harus terdapat orang-orang dengan kebutuhan dan keinginan tertentu dan satu atau lebih produk yang dapat memuaskan kebutuhan ini. Selain itu, para pembeli juga mau dan mampu membeli produk yang memuaskan kebutuhan keinginan mereka. Pasar produk merupakan produk khusus yang dapat memuaskan sejumlah kebutuhan dan keinginan manusia yang mau dan mampu membelinya (Cravens, 2000). Istilah produk menunjukkan produk fisik atau jasa pelayanan.
Defenisi ini memadukan manusia atau organisasi dengan kebutuhan dan keinginan yang hampir sama terhadap suatu kategori produk yang dapat memuaskan keinginan tersebut.
B. Analisa persaingan
Persaingan antar merk dapat terjadi pada semua struktur pasar produk. Biasanya perusahaan tidak bersaing langsung dengan semua perusahaan dalam industri. Karenanya harus dilakukan identifikasi perusahaan mana yang merupakan pesaing utama. Pengevaluasian strategi, kekuatan, kelemahan dan rencana para pesaing juga merupakan aspek kunci analisa situasi. Evaluasi ini penting untuk


identifikasi pesaing yang sudah ada dan potensial. Hanya beberapa perusahaan dalam industrinya yang menyimpulkan para pesaing utama. Cravens (2000) menyatakan bahwa analisa pesaing meliputi pendefenisian arena persaingan, penganalisisan group strategis, pengambaran dan pengevaluasian tiap pesaing utama. Analisis tersebut harus menunjukan kekuatan dan kelemahan pesaing.

2.3     Metode Analisis Pasar
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threat). Perencanaan strategis harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan analisis situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT (Rangkuti, 2005:19).
·         Kekuatan (Strenghts) adalah situasi internal organisasi yang berupa kompetensi/kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki organisasi, yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk menangani peluang dan ancaman.
·          Kelemahan (Weakness) adalah situasi internal organisasi dimana kopetensi/kapabilitas/sumberdaya organisasi sulit digunakan untuk menangani kesempatan dan ancaman.
·         Peluang (Opportunity) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menguntungkan.
·         Ancaman (Threat) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menimbulkan kesulitan.



2.4     Diagram Matriks TOWS
Alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matriks SWOT atau disebut juga dengan matriks TOWS. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis
  • Strategi SO Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya
  • Strategi ST Strategi ini adalah strategi yang .
  • Strategi WO Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada
  • Strategi WT Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman Analisis SWOT adalah penilaian terhadap hasil identifikasi situasi, untuk menentukan apakah suatu kondisi dikategorikan sebagai kekuatan, kelemahan, peluang atau ancaman (Tripomo, 2005:118)



2.4     Contoh Analisa SWOT
Penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan (Rangkuti, 2005:19).
·          Analisa lingkungan eksternal
Analisa lingkungan eksternal berguna untuk merumuskan strategi memanfaatkan peluang yang ada dan meminimumkan ancaman potensial yang akan dihadapi suatu perusahaan. David (2000) membagi kekuatan eksternal kedalam lima kategori yaitu kesadaran ekonomi, kekuatan sosial (termasuk didalamnya budaya, demografi dan lingkungan), kekuatan politik, kekuatan teknologi dan kekuatan pesaing. Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal yang menyangkut persoalan ekonomi , sosial , budaya, demografi, lingkungan, politik, peraturan pemerintah, hukum, teknologi, persaingan di pasar industri dimana perusahaan berada. ]
·      Analisa Lingkungan Internal
Analisa terhadap lingkungan internal dapat menjadi landasan bagi perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan (Hunger dan Wheelen, 2000). Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap strategi yang dijalankan perusahaan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Pearce dan Robinson (1997) bahwa analisa internal adalah pengertian mengenai pemikiran pencocokan kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dengan peluang dan ancaman yang ada di lingkungan. Dalam penyusunan analisa lingkungan internal yag menyangkut kekuatan dan kelemahan organisasi, dapat ditempuh dengan mempergunakan matriks analisa lingkungan internal IFAS (Internal Factors Analisys Summary) untuk mengidentifikasi faktor strategi internal. Matriks IFAS digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan, data yang dapat digali dari beberapa fungsional perusahaan misalnya aspek manajemen, keuangan, SDM, pemasaran, sistem informasi, dan produksi (David, 1997).

BAB III
PENUTUP

3.1     Komentar
Menurut saya dalam banyak aspek yang harus diperhatikan dalam pemasaran produk seperti perubahan kebutuhan pembeli, kekuatan sosial ekonomi, teknologi baru, kekuatan sosial ekonomi, dan kegiatan persaingan.
Sehingga  perlu adanya pemahaman tentang cara untuk mengetahui dasar penilaian situasi dan mengetahui metode analisis situasi pasar.


DAFTAR PUSTAKA

·        Cravens, W.David, 2000, Pemasaran Strategis, Erlangga, Jakarta Rangkuti


Selasa, 15 November 2016

Tulisan 2 Softskill (Pengantar Bisnis Informatika)

Diposting oleh Unknown di 21.43 0 komentar
Toleransi
Pada penulisan kali ini saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya mengenai toleransi. Sebelumnya, menurut saya sikap toleransi itu adalah menghargai dan menghormati seseorang contohnya dalam bentuk tindakan. Semasa SMP saya mempunyai seorang teman yang bernama Maria, saya dengan maria bersahabat. Kebetulan kita beda keyakinan (Agama), saya beragama islam dan maria beragama protestan. Walaupun saya dengan maria memiliki perbedaan dalam beragama namun itu semua tidak membuat pertemanan kita rusak. Waktu itu pernah pas kita lagi belajar kelompok di rumah saya, kita lagi asik mendengarkan musik yang volume nya lumayan keras, dan kami mendengar suara azan, kebetulan dirumah saya lumayan dekat dengan mesjid. Disana maria langsung mengecilkan volume musik yang kebetulan dari hp dia. Bahkan dia yang nyuruh saya untuk sholat dulu, abis itu baru kita lanjutin belajarnya lagi. Menurut saya maria sangat menghargai saya dalam beragama, begitu pun saya pernah waktu itu saya mengajak maria untuk main bersama teman teman lainya tapi awalnya kita janji untuk main itu di hari minggu pagi.

Ternyata maria tidak bisa karna dia mau ibadah, dan setelah kita tau kalau maria tidak bisa karna waktunya bersamaan dengan jadwal dia ke gereja. Dan kita sebagai teman sangat memaklumi hal tersebut lalu kita sepakat pergi main bersama teman teman sehabis maria ibadah. kalau selama bermain sama teman teman, saya dan teman teman pasti selalu pulang sebelum jam 9 karna aturan keluarga saya waktu itu pulang harus sebelum jam 9 malam. Maka teman teman saya pasti langsung mengantarkan saya pulang kerumah walaupun sebenarnya kita lagi asik main. Karna mereka sudah tau kalau saya tidak boleh pulang leih dari jam 9 malam. Dan maria mempunyai aturan yang berbeda dengan keluarga saya yaitu kalau dia pulang paling lama jam 7 malam. Pada saat bulan puasa saya dan teman teman selalu mengadakan berbuka puasa bersama. Disana bukan hanya saya dan teman teman yang beragama islam yang menhadari acara buka puasa tersebut bahkan teman teman saya yang beragama selain islam pun juga mengahdiri acara tersebut. Walaupun mereka sedang tidak menjalani puasa tapi mereka sangat menghargai kami yang beragama islam selama menjalani ibadah puasa contohnya selama bulan puasa berlanggsung teman teman saya yang tidak bergama islam tidak pernah makan dan minum di depan kami.

Mereka seakan akan juga sedang menjalani ibadah puasa dengan tidak minum dan makan di depan teman teman nya yang muslim. Juga pada saat hari raya Idul Fitri teman teman saya yang non muslim pun selalu mengucapkan selamat berlebaran terhadap saya dan teman teman yang beragama islam. Terkadang saya juga mengajak teman teman saya yang non muslim juga ikut walaupun hanya sekedar silahturahmi bersama teman teman lainya. Dan mereka juga selalu mengahdiri acara yang saya buat. Sedangkan pada saat hari natal teman teman saya yang non muslim seperti yang beragama kristen dan protestan juga merayakan hari natal.

Selain toleransi dalam beragama saya juga ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya mengenai sikap toleransi disekolah. Semasa saya sekolah dulu pasti kalian pernah belajar sama mahasiswa dari universitas yang sedang menjalankan tugas dari perkuliahan mereka. Dan walaupun kaka kaka itu bukan guru kami tapi kami sangat menghargai mereka dalam mengajar kami walaupun tidak semahir guru biasanya. Selain itu sikap toleransi yang saya lakukan disekolah yaitu dengan cara menjaga keersihan di sekolah seperti tidak membuang sampah sembarangan dan lainya. Sedangkan contoh sikap toleransi ketika saya menjadi seorang junior di sekolah yaitu dengan cara menghormati kakak senior disekolah saya, bukan hanya itu ketika saya sudah menjadi senior di sekolah saya juga menghargai adek kelas saya. Tak hanya itu kita juga menghormati guru guru dan staff di sekolah. Tidak ada perbedaan disekolah saya yan dulu mulai dari petugas kebersihan sekolah pun kita hormati dan kita perlakukan seperti guru dan bahkan staff lainya. Begitu banyak sekali sikap toleransi setau saya mulai dari toleransi beragama, toleransi dalam masyarakat, toleransi di sekolah, bahkan toleransi di keluarga seperti contohnya dengan cara kita menghormati menyayangi dan menghargai orang tua kita serta adek atau kakak kita. Sekian cerita pengalaman pribadi saya mengenai sikap dalam bertoleransi. Menurut saya dimana pun dan kapanmu kita harus mempunyai sikap bertoleransi terhadap siapa pun baik di keuarga, masyarakat bahkan negara.
 

welcome :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review