Agama dan
masyarakat
Saya bercerita tentang jihad, seperti yang kita
ketahui banyak orang menyalah artikan bahwa jihad itu apa? Dan yang kita
ketahui orang yang melakukan pemboman di Indonesia contohnya kasus amrozi cs
yang melakukan pemboman di bali .
Yang saya tidak setujui mengapa mereka melakukan
pemboman yang menewaskan banyak orang,mereka kira itu berjihad? Ternyata tidak!
Jihad dijaman rasullulah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan
dan kembali kepada aturan Allah,
menyucikan qalbu, memberikan
pengajaran kepada umat dan
mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.
Mereka melakukan pemboman besar besaran di bali
itu menewaskan banyak orang yang tidak tau apa apa,orang yang tidak bersalah.
Yang saya selaku umat islam yang awam dan mungkin
juga para pemikir Islam lain takutkan adalah pandangan umat lain secara umum
dan umat islam pada khususnya tentang islam itu sendiri akan menjadi berubah.
Mereka akan menganggap Islam adalah agama kekerasan, agama teror dan agama yang
menebarkan ketakutan. Bisa anda bayangkan paradigma itu akan menyandingi
didepan atau dibelakang nama Al-Islam dimasa depan. Dimana semua orang akan
takut dan gentar untuk mendekat dan bersosialisasi dengan para pemeluknya
dikarenakan paradigma tersebut. Ini baru paradigma islam dilihat dari umat lain
(agama lain) lalu bagaimana pandangan umat islam sendiri terhadap agamanya?
Mungkin tidak jauh beda dengan umat lain, umat
islam sendiri akan merasa enggan dan takut terhadap islam dan mungkin akhirnya
mereka akan ragu terhadap kebenaran islam dan malah beralih (murtad) kepada
agama lain,. kalo sudah begini siapakah yang harus disalahkan? Ajaran Islamkah
ataukah Kesalahan Tafsir segelintir ummat islam yang salah menafsirkan
ajarannya? Silahkan anda sendiri yang tentukan jawabannya.
Nah yang takkalah
mengagetkan bagi saya adalah pernyataan dari Amrozi Cs yang menyatakan mereka
ummat islam yang mati dalam peristiwa Bom Bali atau pengeboman lainya secara
umum, sama saja dengan mati Syahid. Ini mungkin terdengar bijak dan berwibawa
sekali perkataan ini, tapi coba kita tafsirkan berdasarkan konteksnya.Pelaku Bom Bali adalah ummat islam sementar korbannya yang mereka anggap syahid adalah ummat islam, jadi nantinya ada sebagian orang keblinger yang menggunakan perkataan mereka ini sebagai hujjah atau aturan bahwa membunuh sesama muslim maka yang terbunuh akan mati syahid dan yang membunuh akan syahid pula, makin rancau saya hukum islam ini? Belum lagi kalo kita menengok Bom JW Marriot, yang ternyata korban terbesar adalah justru dari ummat islam, lalu bagaimana tatanan hukum agama kita nantinya jika seperti ini?
Yang jelas sebagai ummat islam, kita harus merubah dan memperbaiki tatanan hukum islam dan paradigma buruk yang muncul akibat tatanan hukum yang diselewengkan tersebut. Jihad bukanlah suatu cara untuk menciptakan ketakutan (baca tarikh perang Rasulullah, mana yang diperangi orangkafir yang diam dirumah ataukah orang kafir yang ikut berperang) tapi suatu cara untuk menegakkan dan mengembalikan kedaulatan islam. Sehingga tidak dibenarkan jika jihad ini menjadi sebab terjadinya ketakutan dan keresahan masyarakat, namun jihad adalah justru cara untuk mengakhiri ketakutan dan keresahan tersebut.
Saran saya bagi orang orang yang ingin berjihad, mari kita berjihad melawan kebodohan, kemiskinan dan keterpurukan yang lebih baik dan haq daripada jihad yang salah dan justru dicaci dan dimaki oleh masyarakat.
0 komentar:
Posting Komentar